Selasa, 10 April 2012

Kan menCOBA Selalu Berpikir Positif,Ikhlas dlm berbuat, Sabar dlm Menerima, Syukur dlm Menjalani..... InsyaAllah









TENTANG MABADI’ KHOIRU UMMAH
Pendapat By Sutrisno,, S.Pd.I 


Mabadi’ Khoiru Ummah adalah sebuah langkah yang bertujuan untuk membentuk umat terbaik, artinya satu umat yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar ma’ruf nahi munkar. Amar ma’ruf adalah upaya untuk mendorong perbuatan baik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat. Sedangkan nahi munkar adalah menolak dan mencegah segala hal yang dapat merugikan, merusak, merendahkan dan meremehkan nilai dan norma kehidupan. Hal ini merupakan upaya yang dilakuka oleh ulama’  NU untuk memerangi kemiskinan dan lemahnya posisi ekonomi warga NU yang membuat mereka tidak mampu untuk mengemban tugas Khaira Ummah tersebut.
Para ulama’ NU mempunyai keyakinan bahwa penyebab kegagalan umat dalam mengembangkan kekuatan social-ekonomi disebabkan oleh manusianya sendiri. Adapun proses pembentukan umat / masyarakat yang terbaik adalah dengan memulai menanamkan sikap;  Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Ta’awu(tolong menolong), al ‘adalah (adil), Istiqomah(berkesinambungan) dan sikap-sikap lain, demi menjalankan amar ma’ruf tersebut. Terkait dengan proses pembentukan Ummat yang terbaik baik dikalangan pendidikan maupun lembaga social dan politik lainnya diperlukan sesosok pemimpin yang mempunyai sikap-sikap tersebut agar dapat mendorong dan memberikan pengarahan kepada anak buahnya atau bawahan yang dipimpinya. Konsep memerintahkan kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar merupakan langkah utama sekaligus barometer keberhasilan mabadi’ khira ummah. Prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam mabadi khaira ummah sangat relevan dengan dimensi personal dalam pembinaan manajemen organisasi. Manajemen organisasi yang baik membutuhkan sumberdaya manusia yang terampil, berkarakter terpuji dan bertanggung jawab.
Dalam hal ini khususnya di dunia pendidikan, kepala sekolah dapat memberikan bimbingan dan pembinaan kepada guru-guru untuk dapat menanamkan sikap-sikap yang dapat membentuk kepribadian dalam menuju khoiru ummah kepada siswa-siswinya. Sebab dalam pembelajaran aqidah, untuk mengajarkan sikap-sikap yang terpuji harus dimulai dari gurunya agar dapat menjadi contoh buat anak didiknya. Sementara itu sikap-sikap disiplin, tanggungjawab, jujur, kerja keras, semangat, kebersamaan, toleransi, istiqomah dan sikap yang perlu dimiliki oleh kalangan mahasiswa dan peserta didik di sebuah lembaga pendidikan agar Khoiru Ummah dapat terlaksana dengan baik.
Sebagaimana dalil dalam Al Qur’an yang melandasi konsep Mabadi khaira ummah adalah QS. Ali Imran ayat 110 yang berbunyi :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya ahli kitab beriman, maka baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”


sEANDAINYA q Bisa Memilih,Tak kan ada lagi KESULITAN... Ini adalah sebuah pilihan mAkA pasti ada kemudahan dan kesukaran

 Serah Terima : an. Ketua dan Kepala berfikirlah tentang awan
bukankah manusia sudah terlalu terbiasa dengan awan
hingga kadang mereka tidak menyadari keberadaannya
bahkan enggan untuk sekedar memandangnya

lihatlah matahari
kehidupan planet ini
yang setiap hari menerangi belahan bumi
memancarkan cahaya dan kehidupan inti
sudah terlalu biasa untuk sekedar diperhatikan

Putri Kedua 

Drs. H.M. Sutrisno Akbar, M.PdI, M.Sc.Ed

Tanamlah sebatang pohon cinta
yang berdaun kesetian
berbunga ketulusan

berakar kejujuran

siramilah dengan kasih & sayang

pupuklah dengan kepercayaan

cinta bukanlah matematika yang bisa di hitung

cinta bukanlah PPKN yang selalu di atur oleh pasal

cinta bukanlah ekonomi yang kadang untung dan rugi

tanpa cinta kita takan menjadi seperti ini




Jika Anda mencintai seseorang, biarkan mereka pergi, karena jika mereka kembali, mereka selalu milikmu. Dan jika tidak, mereka tidak pernah ada.

If you love somebody, let them go, for if they return, they were always yours. And if they don’t, they never were.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar